Friday, September 5, 2008

Tanda-tanda Orang Jatuh Cinta

Sebagai seorang manusia biasa , tentu kita pernah mengalami perasaan jatuh cinta. Dalam cinta ada tanda-tandanya. Orang cerdik mampu mengenalinya. Dan orang yang cerdas mampu menunjukannya. Dan orang yang sedang dirundung cinta, hanya mampu merasakanya.

Tanda-tanda cinta itu, lahir sebelum api cinta dinyalakan, dan sebelum sumbu cinta dikobarkan. Sesungguhnya, ikatan cinta membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan yang luar biasa agar cinta sejati bersemi indah nan kukuh, cinta tak gampang roboh manakala badai datang menerjang.

1. Pandangan mata.

Mata adalah jendela jiwa. Melalui pandangan mata rahasia jiwa dapat terungkap, pesan-pesan jiwa beserta kedalaman isinya bisa disingkap. Betapa sering kau saksikan pandangan orang yang jatuh cinta tak akan berpaling dari orang yang dicintainya. Matanya bergerak seiring dengan gerakan orang yang dicintainya. Pandangan mata mengarah pada apa yang dipandang sang kekasih tercinta.

2. Percakapan.

Orang-orang yang sedang jatuh cinta akan selalu melayani percakapan orang yang dicintainya. Ia nyaris tak pernah mau melayani pembicaraan orang lain selain orang yang dicintainya. Ia dengarkan apa yang dikatakan oleh sangh tercinta dengan seksama. Ia iyakan apa yang diucapkan sang tercinta, meski yang dikatakan adalah mustahil belaka. Ia benarkan segala ucapan sang tercinta, meski sebenarnya ucapanya bohong adanya. Ia rela bersaksi palsu demi sang tercinta. Ia setujui apapun yang dimau sang tercinta, meski kemauan itu zalim sesungguhnya. Ia terima begitu saja segala ucapan dan kata-kata sang tercinta.

3. Gerakan tubuh.

Lihatlah! Betapa orang-orang yang sedang jatuh cinta segera bergegas menuju tempat orang yang dicintainya. Ia hindari segala kegiatan yang dapat menjauhkan dengan kekasih tercita. Ia jauhi segala ucapan yang bisa merusak hubunganya dengan sang pujaan jiwa. kakinya enggan melangkah manakala perpisahan tiba saatnya.

4. Keraguan dan Kegembiraan.

Ini tergambar dari wajah sang pencinta kala tiba-tiba bertemu dengan sang pujaan jiwa. Atau ada kegugupan manakala berpapasan dengan seseorang yang serupa dengan pujaanya. Atau pula adanya getaran getaran hebat manakala mendengar nama sang kekasih tercinta.

5.Mengerjakan segla perbuatan yang bisa dilakukan sang pujaan jiwa.

Cinta telah mengubah orang yang bakhil nan kikir menjadi dermawan luar biasa. Cinta mengubah sang pendiam menjadi banyak bicaranya. Cinta telah mengubah sang penakut menjadi seorang pemberani luar biasa. Cinta telah merubah sang buruk perangai menjadi berbudi mulia. Cinta telah merubah si miskin berlagak kaya. Cinta telah mengubah si pandir menjadi beradab begitu saja. Cinta telah mengubah si saleh nan sopan menjadi kegenitan. Cinta telah mengubah sang pecundang menjadi pemenang. Cinta telah merubah sang pengecut menjadi pemberani.

Diantara tanda dan bukti cinta, yang bisa dilihat oleh siapa saja yang memiliki mata, ialah melimpahnya perasaan senang meskipun dalam keadaan sempit, merasa sempit walaupun berada di tempat yang luas, banyak mengungkapkan isyarat-isyarat yang samar, banyak bersandar ketika duduk, kerap mengelus bagian tubuh tertentu, dan menyenangi tempat dimana ia biasa bertemu dengan sang kekasih.

6.Tanda-tanda yang sifatnya berlawanan.

Tanda-tanda ini muncul berdasarkan pada adanya dorongan, pengaruh, dan sebab-sebab yang menggerakanya. Ia muncul berdasarkan pada bayangan-bayangan yang melingkupinya. segala sesuatu yang melebihi batasnya akan berbalik berlawanan (180 derajad), dan jika ia telah berada tepat di ujung batas lawanya ia akan berubah menyerupai lawanya itu. Ini merupakan Kodrat dari Allah yang tidak banyak kita fahami. Ini seperti es sebagai contohnya, Jika kau genggam ia dalam tenggat yang lama, ia berubah seolah seperti api. Meski dingin namun terasa panas.

7. Selalu ingin mendengar nama pujaan hatinya.

Ia senang membicarakan pujaan jiwanya. Baginya, sang pujaan jiwa laksana sang surya yang menerangi kehidupanya. Tak ada yang nyaman selain berada di sisinya. Dan tak ada kebosanan untuk selalu berjumpa dengannya. Sesungguhnya cintamu kepada sesuatu akan membuatmu tuli dan buta.

Orang yang dirundung cinta, apabila nama sang pujaan jiwa disebut tatkala ia sedang makan, niscaya makanan itu akan tercekat di tenggorokannya. Apabila nama sang pujaan hatinya disebut tatkala ia sedang minum, Niscaya air yang diminumnya akan berhenti di tenggorokannya. Dan apabila nama sang pujaan jiwanya disebut ketika ia sedang bicara, niscaya semua pembicaraanya akan berhenti begitu saja. Pikiranya melayang dipenuhi bayang-bayang sang pujaan jiwa. apabila berita buruk menimpa sang pujaan jiwa, raut mukanya berubah seketika. Yang tadinya cerah dan lincah akan menjadi murung dan beku.

8. Suka dalam kesendirian.

orang yang sedang jatuh cinta, kala ia sendiri ia merasa merdeka tiada terkira. Ia merasa bebas berkelana, bergerak, dan berjalan ke mana ia suka. Semua ini adalah bukti tak terpungkiri dan kenyataan tak terbantahkan, bahwa ada cinta yang bersemayam di dalam jiwa.

9. Suka begadang.

Orang yang sedang jatuh cinta adalah para penggembala bintang-bintang. Mereka suka menghitungnya sepanjang malam.

Sesungguhnya orang yang sedang jatuh cinta, akan dirundung kegelisahan bila mengalami salah satu dari dua peristiwa berikut ini: Pertama: manakala ia tengah berharap pertemuan dengan sang pujaan, tiba-tiba ada kejadian yang menghalangi terjadinya pertemuan. Kedua: manakala terjadi pertikaian hebat yang tak berujung pangkal diantara mereka (orang-orang yang sedang jatuh cinta), Ketika pertikaian terjadi, kegelisahan akan memuncak, hingga akhirnya mereda sendiri. Dan ketika pertikaian telah usai atau reda, mereka akan saling memaafkan dengan legawa.



Diantara ujian cinta, ialah munculnya kegelisahan dan kegundahan yang maha dahsyat manakala sang pujaan jiwa mulai berpaling. Sesungguhnya orang-orang yang sedang jatuh cinta akan mencintai keluarga pujaanya, kerabat pujaanya, dan karib-karib pujaanya melebihi cintanya pada keluarga, kerabat, dan karibnya sendiri.

10. Menangispun termasuk tanda-tanda cinta.

Pernahkah seorang yang dirundung cinta menangis karena rindu ingin bertemu dengan sang pujaan jiwa? Pernahkah orang yang sedang dirundung cinta menangis karena cintanya diterima?

Orang yang sedang jatuh cinta, manakala kurang mempercayai ketulusan cinta pujaanya, ia akan terus mengawasi gerak-gerik pujaanya. Ini jauh berbeda jauh dari kebiasaanya sebelum jatuh cinta. Orang yang sedang jatuh cinta juga gemar memperhalus kata-kata yang diucapkanya dan membagus-baguskan perangai berikut penampilan lahirnya.

11. Munculnya kepedulian terhadap orang yang dicintainya.

Ialah munculnya kepedulian ekstra terhadap orang yang dicintainya. Orang yang sedang jatuh cinta sangat perhatian terhadap segala kejadian yang menimpa pujaanya. Ia cari kabar tentangnya. Ia ikuti setiap gerak-geriknya sehingga tak ada barang sedetikpun dari waktu yang dimiliki sang pujaan tercinta yang luput dari matanya. Tak ada berita yang terlewatkan.

Jika kamu ditanya seseorang "apakah kamu mencintainya?" lalu kamu menjawab "ya", lalu ditanya lagi "karena apa kamu mencintainya?" lalu kamu tidak bisa menjawab dengan mengungkapkan dengan kata-kata dan hanya bisa menjawab dengan senyuman, itulah cinta sejati. Cinta tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. jika cintamu pada seseorang dapat kau jelaskan dengan kata-kata, maka kau tidak memahami cinta itu sendiri.

Begitulah tanda-tanda cinta.

Mau Sukses? Rombak Pikiranmu Dulu!

Sukseeeesssss!!!!
Kata ini begitu menggiurkan. Sukses tentu merupakan dambaan setiap insan. Saya, kamu, mereka tentu kepingin sukses. Ada yang pengin sukses ini, sukses itu, sukses dunia, ada juga yang ingin sukses dunia akhirat. Yang terakhir ini tentu yang seharusnya kita inginkan.
Nah, gimana sih cara untuk meraih kesuksesan itu? Hm, sebelum bicara tentang cara agar bisa sukses, kita mo bicara dulu tentang hal yang mengawali sukses. Apa itu? Hal yang mengawali sukses kita adalah pikiran kita sendiri. Lho kok bisa? Nih, simak terusannya! Pengaruh Pikiran
Otak kita ternyata berpengaruh luar biasa terhadap diri kita. Pikiran-pikiran yang lahir dari otak kamu mengendalikan dan menentukan hampir semua yang terjadi pada dirimu. Pikiranmu dapat menaikkan atau menurunkan detak jantungmu. Inget-inget saja kalo kamu pas nervous. Kalo kamu gugup –misalnya disuruh presentasi guru, padahal kamu belom siap- pasti deh jantungmu lebih jedag-jedug setelah sebelumnya dagdigdug biasa. Kalo kamu lagi merasa nyaman, detak jantungmu akan turun dan normal. Simak saja detak jantungmu pas kamu tahu kalo kamu sukses ulangan matematika.
Pikiranmu juga dapat mempengaruhi sistem percernaanmu, mengubah komposisi kimia darahmu, dan membantumu tidur nyenyak atau malah membuatmu tidak bisa tidur semalaman. Misalnya saja kalo kamu pas lagi jatuh cinta, gara-gara mikir si dia, kamu bisa jadi enggak tidur semalaman.
Pikiranmu juga dapat membuatmu sedih atau seneng, bahkan kadang dalam waktu sedetik saja. Pikiranmu dapat membuatmu siaga dan waspada, terganggu atau tertekan. Pikiranmu dapat membuatmu menjadi populer, atau tidak populer, percaya diri, atau rendah diri, positif atau negatif.
Nah, ternyata pikiranmu pula yang dapat membuatmu merasa mampu melakukan apa pun atau membuatmu merasa tak berdaya! Pikiranmu-lah yang membuatmu merasa menjadi seorang looser alias pecundang atau seorang winner alias pemenang, seorang hero atau pahlawan ataukah coward alias pengecut!
Itu semua bermula dari pikiran.

Tindakan Lahir dari Pikiran
Singkat kata, dalam pencapaian hidup, pikiranmu pula yang membuatmu menjadi seorang yang sukses atau seorang yang gagal.
Lho, kok bisa?
Ingatlah bahwa pikiran menghasilkan tindakan. Sesuatu yang kita lakukan pasti deh pertama-tama berasal dari pikiran.
Ahli kejiwaan telah membuktikan, hal-hal yang dipikirkan manusia akan mempengaruhi keyakinan dan tingkah lakunya. Jika berpikir tentnag nikmat Allah, bertambahlah iman dan amalnya. Jika hanya berpikir tentang kesenangan dan syahwat, berpalinglah ia dari agama serta rendahlah akhlak dan kelakukannya.
Seseorang yang merasa ketakutan, memikirkan kegagalan, dan keputusasaan, akan merasakan kedukaan, kesedihan, atau penyakit-penyakit jiwa lainnya.
Semua tindakan harian seseorang tidak terlepas dari aktivitas pikiran, baik disadarinya maupun tidak. Intinya, aktivitas pikiranlah yang mengarahkan tingkah laku manusia.
Contoh saja, kamu main basket sore ini. Apakah kamu begitu saja tiba-tiba main basket? Enggak lah yaw. Pasti di pikiranmu terlintas dulu kalo kamu pengin main basket sore ini. Trus, kamu juga pasti berpikir kalo kamu punya waktu, tenaga, dan kemampuan untuk main basket sore ini. Walhasil, jadilah kamu main basket.
Jika diumpamakan, pikiran dan tindakan itu seperti sebiji benih dan pohon dari benih itu. Pohon nggak akan tumbuh kalo nggak ada benih. So, tindakan akan terlahir dari adanya pikiran.
Tindakan terjadi karena adanya benih yang tersembunyi dalam pikiran. Tindakan tidak akan terjadi tanpa pernah ada dalam pikiran. Hal ini berlaku sama pada tindakan, baik itu tindakan yang spontan, tanpa disengaja, ataupun dengan sengaja.
Tindakan adalah bunga pikiran. Kesuksesan dan kegagalan adalah buahnya. Seseorang akan menuai hasil berupa buah yang pahit atau manis dari ladangnya sendiri.
Hal terbaik dari semua itu adalah kenyataan bahwa pikiranmu seutuhnya berada di bawah kendalimu! Jadi, kendalikanlah pikiranmu menuju sukses biar kamu bisa sukses. Jika kamu membawa pikiranmu kepada pemikiran gagal, kegagalanlah yang akan kamu dapatkan.

Bisa Berpikir Bisa
Sejatinya, kita tersusun dari sekumpulan rumit pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, sikap, keinginan-keinginan, kesan-kesan, ketakutan-ketakutan, harapan-harapan, keragu-raguan, dan ambisi-ambisi, y ang masing-masing selalu berubah, kadang dalam hitungan detik. Setiap elemen kepribadian ini akan memengaruhi elemen lainnya. Hidup manusia secara keseluruhan merupakan hasil hubungan saling pengaruh dan saling terkait berbagai factor tadi.
Pikiran-pikiran kamu akan mendorong terbentuknya berbagai citra dan gambaran dalam dirimu, termasuk emosi yang menyertainya. Citra dan emosi tersebut akan mendorong munculnya berbagai perilaku dan tindakan. Tindakanmu akan menghasilkan berbagai akibat yang akan menentukan apa saja yang akan menimpamu.
Jika berpikir tentang kesuksesan dan percaya diri, kamu akan merasa kuat dan kompeten, lalu kamu akan bekerja dan memperoleh hasil yang lebih baik, apa pun yang sedang kamu lakukan. Jika kamu selalu berpikir tentang kesalahan-kesalahan yang mungkin kamu buat atau kamu khawatir akan dipermalukan, hasil kerjamu akan buruk, betapapun pandainya kamu sebenarnya.
Dari sinilah lahir pameo yang populer, “You are what you think!” alias “Kamu akan menjadi sebagaimana yang kamu pikirkan!”
Masak sih begitu?
Jika seseorang berpikir bahwa ia bisa melakukan sesuatu, maka ia akan berusaha keras melakukan sesuatu tersebut. Ia akan termotivasi dari dirinya sendiri, dari pikirannya tersebut. Sedangkan orang yang sudah berpikir bahwa ia tidak bisa melakukan sesuatu, ia akan ogah-ogahan plus males-malesan melakukan sesuatu tersebut. Ia akan menyerah sebelum bertindak bahkan tidak mengambil tindakan sama sekali.
Ketika orang memiliki pikiran bahwa ia bisa, dia akhirnya pasti bisa, karena orang ini akan berjuang lebih keras. Kalaupun mengalami kegagalan, dia akan bangun terus sampai akhirnya sungguh-sungguh berhasil. Sebaliknya, orang yang berpikir bahwa ia tidak bisa akan mudah menyerah sebelum dia berhasil.
Contoh kasus saja: anak yang sedang belajar naik sepeda roda dua. Kalo dia berpikir bahwa dia bisa menyeimbangkan badan dan sepedanya sehingga ia bisa menaikinya, ia akan berusaha keras mengendarai sepeda itu. Jika jatuh, ia akan mencoba terus dan terus hingga ia berhasil mengendarai sepeda roda dua itu.
Bagaimana jika ia berpikir bahwa ia tidak akan bisa mengendarai sepeda roda dua itu? Otomatis, mencobanya pun ia sudah ogah-ogahan. Sebab, ia sudah punya pikiran bahwa ia nanti akan jatuh, gagal, dan tak bisa mengendarainya. Kalo pikiran negatif itu dipelihara terus-menerus, entah kapan ia akan bisa mengendarai sepeda roda duanya. Sebagai catatan, penulis pernah bertemu seorang tua yang tak pernah merasakan mengendarai sepeda roda dua karena dulu waktu kecil ia berpikiran bahwa ia akan jatuh saat mencobanya. Penulis juga pernah bertemu seorang tua yang tak pernah naik kendaraan bermotor (sepeda motor, bus umum, mobil) karena dari semula ia berpikir yang enggak-enggak soal kendaraan bermotor (bagaimana jika kendaraan yang ditumpangi meledak, kecelakaan, bannya bocor, de el el). Ini betul-betul nyata.

Pelihara yang Baik, Enyahkan yang Buruk
Segala pencapaian berawal dari pikiran kita sendiri. Semua yang kamu peroleh dimulai dari sesuatu yang kamu pikirkan. Jika ingin mengubah keadaanmu, kamu harus memulainya dengan pertama-tama mengubahnya secara mental. Kamu harus mengubah cara berpikirmu jika kamu ingin mengubah kehidupanmu. Prinsip ini merupakan penemuan besar dalam dunia motivasi.
Kamu reka dunia kamu dengan alur pikiran, perasaan, dan imej yang tiada henti-henti mengalir di dalam benakmu. Kamu mengendalikan dan menentukan masa depanmu dengan pemikiran-pemikiran yang kamu miliki pada masa kini. Tidak ada sesuatu pun di sekelilingmu yang memiliki arti, kecuali arti yang kamu berikan melalui pemikiran dan emosi kamu terhadapnya.
Ibnul Qayyim berkata dalam Al-Fawaid, “Pikiran dan bayangan di dalam jiwa bagaikan biji dalam penggilingan. Penggilingan itu tidak berhenti sehingga harus ada sesuatu yang diletakkan di dalamnya. Sebagian orang, ada yang mengisi penggilingannya dengan biji sehingga mengasilkan tepung yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Akan tetapi, kebanyakan manusia menggiling pasir, kerikil, jerami, dan semacamnya. Jika sudah menjadi adonan roti, hakikatnya menjadi jelas.”
Jika demikian, gilinglah biji pikiran untuk sukses, buanglah kerikil pikiran kegagalan.
Sumber dari tindakan adalah pikiran. Oleh karena itu, kita harus mencegah pikiran buruk dan memperbaikinya, sebelum berubah menjadi penggembos tindakan yang sulit untuk dihentikan.
Tentang lintasan pikiran yang buruk, Ibnul Qayyim berkata, “Cegahlah bayangan yang terlintas dalam benakmu! Karena ia akan menjadi pikiran. Lawanlah pikiranmu! Karena ia akan menjadi syahwat. Perangilah syahwat! Karena ia akan menjadi kehendak yang kuat. Jika kamu tidak mencegahnya, ia akan menjadi perbuatan. Jika kamu tidak memperbaikinya dengan perbuatan baik, ia akan menjadi karakter sehingga sulit bagimu untuk meninggalkannya.” (Al-Fawa’id)
Sebaliknya, agar tindakan kita menuju kepada kesuksesan, pikiran yang baik kudu dilintaskan kerapkali. Pikiran yang merupakan benih itu kudu disemai dan ditumbuhkan. Biji pikiran sukses itulah yang kudu dimasukkan ke penggilingan.
Jika kamu belajar bagaimana cara berpikir dan bertindak layaknya orang-orang sukses, kamu akan segera dapat menikmati kesuksesan seperti mereka. Ketika kamu sudah mampu mengubah cara berpikirmu, kamu akan dapat mengubah kehidupanmu.
Berpikirlah bahwa kamu berhak sukses dan bahagia dunia akhirat! Pikiran itu akan membuatmu bertindak sesuai dengannya. Kamu akan termotivasi untuk meraih sukses dan bahagia dunia akhirat. Kamu akan berusaha keras agar sukses dan bahagia dunia akhirat sesuai yang ada di pikiranmu.

Mau sukses? Rombak pikiranmu! Berpikirlah bahwa kamu bisa dan akan sukses! (irv-sya)

Sumber Artikel : http://majalah-elfata.com

The Usual Retirement Age is Changing - An Analysis

No longer are people retiring at the usual retirement age of 65. In fact, the realities that made 65 years the normal retirement age are fast fading and a new retirement reality is taking over the society. 65 was established as the retirement age way back in 1930s when the Social Security legislation came into effect. The idea behind retirement was to get the old workers out of the workforce and make room for younger workers so that economy could get back on track.

From 1930s to 2008, the economic realities are different and the factors that applied during the 1930s and later, making 65 the retirement age, are no longer prevalent or relevant. A few years down the line the retirement factors that are present today will no longer apply and the cycle of change is, thus, never ending.

Earlier, right after World War II, retirement benefits introduced by employers was a way of attracting workers from farms into factories and from factories into offices. However, this is no longer required and more and more employers are doing away with company-sponsored retirement plans; and from the looks of it is seems that company paid pensions are thing of past.

It has also been seen that the baby boomers, who are now forming the vast pool of retired workers, did not do enough for retirement. One thing that the baby boomers did not envisage is retirement and many of them did not plan for the future. Hence, retiring at 65 is no longer feasible and it is an option that only people who have saved enough to sustain themselves adopt. In addition, those who have saved have invested heavily in overvalued stocks only to find out that their net worth is a lot less after stock prices fell dramatically.

About Author: Pauline Go is an online leading expert in finance industry. She also offers top quality fiancial tips like :
Tutorial on Globalization and International Business and Thailand Shipping Company

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Pauline_Go

Tips For Starting Your Retirement Planning

Here's a paradox. You can never be too early or too late to begin planning for your retirement. There are many things you need to consider such as how you'll spend your time, how you'll spend your money, how you'll manage your health, and more. Here are some tips to make the most of retirement services and help you plan your retirement the smart way.

Retirement Planning Tools

Some of the best financial retirement planning tools are available online and are completely free. One of the best retirement services is the Department Of Labor which provides a retirement calculator. In addition, there are many other tools available including articles, worksheets, forms and more. There are also software programs aimed specifically at retirement planning. These programs allow you to enter your financial and other details and then the program calculates your costs and produces a plan specific to your retirement needs.

Healthcare During Retirement

Retirees face many health care options. Should you get long term care insurance? What about assisted living, in-home care, prevention and other health concerns and benefits? Are there certain health problems that run in the family? Consider any special care you may need for certain diseases. Remember that healthcare costs and appropriate insurance will help defray such expenses.

Investing - Money for Retirement

Money is one of the most important aspects of your retirement. Good financial planning will certainly pay off handsomely when it comes time to retire. Top investments to consider include 401k's, Roth IRA's, CD's, long term stocks, bonds, mutual funds and real estate. Also keep an eye on your pension, social security benefits and taxes. To calculate the amount of money you will need for your retirement, do some sums. How long before you retire? How much will you need per annum? How long can you reasonably expect to live during your retirement? With that sort of information (admittedly a guesstimates in some areas), you can calculate the amount of money you will need to save or invest each year until you retire. Make a plan and stick to it.

Expenses During Retirement

What will it cost you to live in retirement? What expenses will you have? Try to estimate these future costs. This may sound difficult, especially considering inflation and the volatility of prices of everyday items, but it can be done. How long have your parents and grandparents been alive? Use that information to calculate your life expectancy. Today reasonably healthy 65 years olds will live an average of at least 20 more years. Using the current annual inflation rate, you can multiply estimated expenses by the inflation adjustment factor to get a better idea of what your future expenses will be.

Retirement Planners

Don't think you have to do all this on your own. Retirement services can include attending a retirement planning workshop or consulting with a retirement planner to help you make these crucial decisions. Experts know about retirement programs and earn their living helping people plan their retirement. Tap into the knowledge of the experts. Take advantage of retirement programs - seminars for seniors. This is another very clever way to help make your retirement planning highly successful! The knowledge that you have created a successful retirement plan, will provide you with an air of confidence about your retirement. It will change your apprehensions about retirement, into joyful expectations.

Paths to Creative Retirement is a popular retirement planning workshop offered by the NC Center for Creative Retirement.
This senior seminar packs crucial content and enlightening exercises into one extended weekend. Lectures address myths about retirement and offer valuable information, while small group exchanges invite participants to explore their personal visions. To Learn More Visit: http://www.pathstocreativeretirement.com/

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Lydia_Quinn

Basic Tips on How to Write a Book

Writing a book is not for the faint of heart. It takes a lot of work and it can be mentally exhausting. But it can also be very rewarding. If you have decided that you want to write a book, then there are a few things that you should know before you start. Keep reading to pick up some great basic tips on how to write a book.

If is important that you determine who your audience is going to be before you write your book. If you do not learn to write to your audience, you will not keep your reader entertained. For example, if you are a health professional that is writing a book for the lay person, avoid using medical lingo that the average person does not understand. Using technical jargon may make you feel intelligent, but it will quickly alienate your readers.

The best way to develop your book is to outline it first. Determine the chapter headings and outline the specifics of what each chapter is going to contain. This will keep you organized and prevent you from rambling off in directions that may confuse the reader. After you have a few books under your belt, you may find a different method that works for you. Many well known authors still outline after writing hundreds of books, so there must be something to this method.

Watch your writing style. What this means is, if you are writing a book for the reader's entertainment, then do not make it hard. Using short paragraphs and a simple, conversational style will keep your readers happy. Write as if you are talking to just one person, say a friend. Refrain from using big words and flowery prose.

Keep your book exciting. End a chapter with a teaser of things to come in the next chapters. Keep your readers curious. Be sure to infuse plenty of believable dialogue between the characters. Dialogue can be the hardest part of writing a book. Try reading everything that you write out loud to see how if flows. If it sounds stiff or if it does not sound the way normal people would talk to each other, you need to change it. Study conversations between people around you, in other books and in the movies you watch. Take note of the way things are phrased. Do not forget that most of us do not talk proper English. Our conversations are made up of contractions, slang and one word sentences.

So there you have the basic steps on how to write a book. It is not going to be easy and it may be frustrating. But as you develop your book, it will began to feel like your baby. You will watch your baby grow until it is ready to be released to the world! Good luck and happy writing!

Brian Vogt is a Programmer, Author and creator of Text Block Author, the writing software designed specifically for use with this method of writing. To learn more about Text Block Author, visit this link: Great Software For Writers

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Brian_Vogt

Tuesday, June 24, 2008